Prosedur dan Kriteria Pemilihan Media
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Mata Kuliah
MEDIA PEMBELAJARAN PAI

Disusun oleh:
KELOMPOK II
v
Zaenal Muhibin :122111
v
Neneng Robiah Aladawiyah :122411147
v
Rifa FM :122111492
v
Esti Mulyati :122111
v
Umaesih :122111484
SEMESTER IV/ PAI F
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
IAIN “SULTAN MAULANA HASANUDDIN” BANTEN
2014 M
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................................. i
Daftar Isi ........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................... 2
A.
Prinsip- prinsip Umum Penggunaan Media
B.
Kriteria Pemilihan Media
C.
Prosedur Pemilihan Media
BAB III PENUTUP
Kesimpulan ......................................................................................................... 13
DAFTRA PUSTAKA ....................................................................................................
KATA PENGANTAR
Segala puji
serta syukur tiada henti kami hantur kepada Allah SWT yang Maha Bijaksana,
serta Maha Kaya Pemilik segala kesempurnaan. Sungguh, tanpa rahmat dan
inayah-Nya, penulis makalah yang jauh
dari kesempurnaan ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang diharapkan.
Shalawat serta
salam mari kita curahkan kepada baginda kita baginda alam semesta yaitu Nabi
Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat-sahabat, dan tabiin Yang membawa kita dari zaman nabi adam menuju
zaman adam jordan dan dari zaman jahiliyyah menuju zaman yang terang benderang
seperti ini dengan ilmu-ilmu yang yang telah di berikan nya.
Dengan segala
kekurangan dan keterbatasannya makalah ini terwujud, disini kami menjelaskan prinsip-
prinsip dan macam- macam dalam media pembelajaran meski begini adanya makalah
ini terwujud, kami berjuta terima kasih
kepada apa dan siapapun. Segala kekurangan dan kelemahan dalam penyusunan
makalah ini kami mohon maaf yang seluas-luasnya. Bukankah dalam sebuah hadist
disebutkan “Manusia itu tak luput dari salah dan lupa” bukan? Maka dari itu,
kami mengharapkan tegur sapa atau saran dan kritik yang bersifat membangun dari
segenap pembaca demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat
bagi kami khususnya dan kepada pembaca pada umumnya, amin.
Akhirnya,
dengan seizin Allah SAW. makalah ini bisa kami buat dengan semaksimal mungkin
dari beberapa sumber dari buku-buku. Adapun kebenaran dan kesalahannya kami harap maklum. Semoga amal ibadah dan kerja keras saya senantiasa
mendapatkan ridho dan ampunannya. Amin......
Serang, 24 Maret 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Media pembelajaran adalah suatu cara, alat, proses yang digunakan
untuk menyampaikan pesan,dari sumber pesan kepada penerima pesan yang
berlangsung dalam proses pembelajaran. Penggunaan media dalam pembelajaran atau
disebut juga pembelajaran bermedia dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan
kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh- pengaruh prikologis terhadap siswa.
Alasan pokok dalam pemilihan media dalam pembelajaran adalah,
didasarkan pada konsep pembelajaran sebagai suatu sistem yang didalamnya
terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah kompenen yang saling
berkaitan untuk mencapai tujuan. Jika dilihat dari prosedur pengembangan disain
pembelajaran, maka langkah- langkahnya diawali dari perumusan tujuan ( khusus
dan umum ), dilanjutkan dengan perumusan materi untuk menunjang ketercapaian
tujuan.
Penentuan strategi pembelajaran dan media yang sesuai dengan
karakteristik siswa, serta penentuan evaluasi yang tepat sesuai dengan tujuan.
Mekanisme tersebut menggambarkan pendekatan sistem dalam pembelajaran dimana
media sebagai bagian dari sistem tersebut tentunya memiliki kedudukan yang
penting pula. Penjelasan diatas menunjukan bahwa pemilihan media dalam
pembelajaran harus juga memperhatikan prinsip- prinsip pendekatan sistem tersebut, sehingga
menggunakan media dalam pembelajaran akan memberikan kebermaknaan dalam belajar
( meaningful learning ).
Pada bab ini kita akan membahas mengenai prinsip- prinsip dalam
menggunakan media pembelajaran. Dengan lebih jelas dan lebih gamblang kami akan
membahasnya pada bab-bab yang akan mendatang.
BAB II
PEMBAHASANA
A.
Prinsip- prinsip Umum Penggunaan Media
Media pembelajaran adalah suatu cara, alat, proses yang digunakan
untuk menyampaikan pesan,dari sumber pesan kepada penerima pesan yang
berlangsung dalam proses pembelajaran. Penggunaan media dalam pembelajaran atau
disebut juga pembelajaran bermedia dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan
kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh- pengaruh prikologis terhadap siswa.
Sebelum menentukan media apa yang akan digunakan dalam
pembelajaran, maka guru sebagai perancang pembelajaran perlu memahami dan
memperhatikan beberapa prinsip dalam penggunaan media. Prinsip- prinsip
tersebut menurut Yusufhadi ( 1984 ) dapat diuraikan sebagai berikut:
1.
Bahwa
setiap jenis Media adalah memiliki kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu,
tidak ada satu jenis media pun yang dapat mencapai tujuan belajar, dan sesui
dengan segala macam kegiatan Belajar.
2.
Tidak
ada satu jenis media pun yang harus dipakai dengan meniadakan media yang lain,
apabila media yang lain ternyata lebih cocok untuk tujuan belajar, kondisi dan
situasi setempat. Media X mungkin cocok dan sesuai tujuan dan kondisi
pembelajaran tertentu ( X ), dan media Y juga mungkin cocok dengan kondisi dan
pembelajaran yang lainnya.
3.
Penggunaan
media yang terlalu banyak sekaligus dalam satu kegiatan pembelajaran, justru
akan membingungkan siswa dan tidak akan memperjelas pelajaran.
4.
Penggunaan
media harus memperlakukan siswa secara aktif dan murid ikut serta bertanggung
jawab atas apa yang terjadi selama pembelajaran.
5.
Media
hendaklah digunakan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Untuk
itu, jauh sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam
rencana penyusunan pembelajarannya.
6.
Penggunaan
media jangan lah disebutkan sebagai selingan dalam pembelajaran atau pengisi
waktu kosong atau luang saja dan bahkan hyanya dipergunakan sebagai hiasan
dinding semata.
7.
Harus
senantiasa dilakukan persiapan sebelum penggunaan media, kurangnya persiapan akan
menimbulkan gangguan kelancaran mengajar.
8.
Pergunakan
kesempatan menggunakan media yang dapat ditanggapi untuk melatih pengembangan
bahasa, baik lisan maupun tertulis. Misalnya dengan menggunakan denah, diagram
dan lain- lain. Anak- anak perlu dilatih untuk mengungkapkan isi diagram atau
denah itu baik secara lisan maupun tulis.
Prinsip-
prinsip diatas, perlu diperhatikan agar dalam menggunakannya guru tidak akan
terjebak pada keberpihakan pemilihan media tertentu saja karena faktor
kesenangan sendiri. Akan tetapi harus memperhatikan beberapa prinsip tersebut
di atas disamping beberapa kriteria dalam pemilihan media.
B.
Kriteria Pemilihan Media
Media sebagai sarana penyampaian pesan pembelajaran digunakan untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Namun
demikian, untuk memilih media secara tepat berdasarkan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai haruslah mempertimbangkan karakteristik masing- masing media
tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemilihannya.
Alasan pokok dalam pemilihan media dalam pembelajaran adalah,
didasarkan pada konsep pembelajaran sebagai suatu sistem yang didalamnya
terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah kompenen yang saling
berkaitan untuk mencapai tujuan. Jika dilihat dari prosedur pengembangan disain
pembelajaran, maka langkah- langkahnya diawali dari perumusan tujuan ( khusus
dan umum ), dilanjutkan dengan perumusan materi untuk menunjang ketercapaian
tujuan.
Penentuan strategi pembelajaran dan media yang sesuai dengan
karakteristik siswa, serta penentuan evaluasi yang tepat sesuai dengan tujuan.
Mekanisme tersebut menggambarkan pendekatan sistem dalam pembelajaran dimana
media sebagai bagian dari sistem tersebut tentunya memiliki kedudukan yang
penting pula. Penjelasan diatas menunjukan bahwa pemilihan media dalam
pembelajaran harus juga memperhatikan prinsip- prinsip pendekatan sistem tersebut, sehingga
menggunakan media dalam pembelajaran akan memberikan kebermaknaan dalam belajar
( meaningful learning ).
Sebelum membicarakan kriteria dalam pemilihan media, terlebih
dahulu harus dibedakan antara 2 ( dua ) macam media, yaitu:
Ø Media yang dimanfaatkan atau media by utilization, media
jadi yang biasanya dibuat secara komersial dan terdapat dipasaran bebas dan
tinggal memilih dan memanfaatkannya. Seperti karton, tape, radio, buku, peta,
dan lain sebagainya yang tersedia ditoko- toko buku atau swalayan..
Ø Media yang dirancang atau media by design, yaitu media yang
harus dipersiapkan, dirancang dan dikembangkan sendiri untuk kepentingan
pembelajaran. Hal ini karena medianya belum ada dipasaran atau karena
terbatasnya media yang tersedia.
Pemilihan media dalam proses pembelajaran hendaknya
mempertimbangkan hal- hal sebagai berikut:
1.
Tujuan
Belajar ( objective ) yaitu, tujuan yang akan dicapai dari penggunaan media
dalam pembelajaran. Apakah tujuan tersebut bersifat kognitif , afektif, atau
psikomotorik.?, dan pada aspek yang manakah titik beratnya? Atau apakah materi
yang diajarkan bersifat informasi verbal, materi untuk menanamkan sikap atau
untuk mengajarkan keterampilan tertentu?.
2.
Karakteristik
sasaran ( audience ), yaitu kelompok atau subjek pembelajaran ( apakah anak-
anak, orang dewasa atau masyarakat umum, dan juga apakah mereka memiliki
kelebihan atau kekurangan dari sisi prestasi akademik, social, ekonomi atau
sisi yang lainnya.
3.
Biaya
( cost ), yaitu kemampuan finansial yang tersedia. Berapa banyak biaya yang
dibutuhkan untuk pengadaan media tersebut? Apakah dana yang ada telah
mencukupi, apakah media yang dikeluarkan seimbang dengan kemungkinan hasil yang
akan dicapai, dan apakah ada media yang lain tetapi tujuan tetap tercapai?.
4.
Karakteristik
media, yaitu kemampuan masing- masing media. Harus diingat bahwa jenis media
tertentu mungkin lebih cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu
dibanding media yang lain.
5.
Mutu
teknis, yaitu apakah medianya tergolong masing baik, atau kurang dari segi
audionya, visualnya atau dari segi elektronik lainya. Jangan paksakan media
yang sudah berkualitas gambar dan suaranya jelek hanya sekedar ada variasi.
6.
Kesesuaian
dilapangan, yaitu medianya acceptable apa tidak. Kondisi lapangan perlu
dipertimbangkan. Misalnya adat istiadat, budaya, agama, fasilitas yang ada di
lingkungan sekolah, dan lain- lain.
7.
Ketersediaan
dan kelayakan, yaitu jenis media tersebut apakah tersedia dilingkungan
kita atau sekolah, dan layak untuk dipakai atau tidak? Mungkinkah
kita memperolehnya? Kalau ada, apakah sekolah memiliki peralatan untuk
menggunakannya, tenaga yang merawat atau mengoprasikannya? Dan jika tidak ada,
dan harus membuat adakah bahan- bahan dan waktu dan tenaganya?.
8.
Waktu
( time ), yaitu penggunaan media tersebut bagaimana dari sisi penggunaan
waktunya, apakah lebih cepat, lambat atau sedang, sehingga kita bisa
,mengestimasi penggunaan media tersebut dari segi ketersediaan waktu.
Pemilihan media dalam pembelajaran menurut Dick dan Carey ( 1978 ),
harus didasarkan atas pertimbangan- pertimbangan:
1.
Tujuan
prilaku belajar
2.
Ketersediaan
sumber setempat
3.
Ketersediaan
dana, tenaga, dan fasilitas.
4.
Faktor
keluesan, kepraktisan dan ketahanan media dalam waktu lama.
Sementara menurut Gerlach and Ely ( 1980 ) bahwa pertimbangan
pemilihan media juga didasarkan atas : kualitas teknis media, harga, kesediaan,
dan kemampuan Guru dan Siswa. Dan Prof. Ely menegaskan pula bahwa pemilihan
media itu hendaknya memperhatikan tujuan, Isi ( materi ), karakteristik siswa,
strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan
sumber, dan prosedur penilaian.
Kriteria khusus lainya yang dapat kita gunakan untuk memilih media
pembelajaran yang tepat dapat mempertimbangkan faktor Acces, Cost, Technology,
Interactivity, dan Novelty (ACTION). Penjelasan dari akronim tersebut berikut:
Ø Acces, artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan
dapat dimanfaatkan siswa.
Ø Cost, artinya media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaanya
dapat dijangkau.
Ø Technology, artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya
tersedia dan mudah menggunakannya.
Ø Interactivity, artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan
komunikasi dua arah atau interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat ( aktif )
baik secara fisik, intelektual, dan mental.
Ø Organization, artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut,
secara organisatoris, mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah ( ada unit
organisasi seperti seperti pusat sumber belajar yang mengelola ).
Ø Novelty, artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai
kebaruan, sehingga memiliki daya tarik bagi siswa yang belajar.
Media- media yang akan dipilih dalam proses pembelajaran juga harus
memenuhi syarat-syarat visible, intresting, simple, useful, accurate, legitimate,
structure ( VISUALIS ). Penjelasan dari syarat tersebut adalah:
·
Visible
atau mudah dilihat, artinya media yang dugunakan harus dapat memberikan
keterbacaan bagi orang lain yang melihatnya.
·
Interesting
atau menarik, yaitu media yang digunakan haru smemiliki nilai kemenarikan.
Sehingga yang melihatnya akan tergerak dan terdorong untuk memperhatikan pesan
yang disampaikan melalui media tersebut.
·
Simple
atau sederhana, yaitu media yang digunakan juga harus memiliki nilai
kepraktisan dan kesederhanaan, sehingga tidak berakibat inefesiensi dalam pembelajaran.
·
Useful
atau bermanfaat, yaitu media yang dugunakan dapat bermanfaat dalam mencapai
tujuan pembelajaran yang diharapkan.
·
Legitimate
atau sah, masuk akal artinya media pembelajaran dirancang dan digunakan untuk
kepentingan pembelajaran oleh orang atau lembaga yang berwenang ( seperti Guru
).
·
Structure
atau tersetruktur artinya media
pembelajaran, baik dalam pembuatan atau penggunaannya merupakan bagian tak
terpisahkan dari materi yang akan disampaikan melalui media tersebut.
Menurut wilkonson, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
memilih media pembelajaran yakni:
1.
Tujuan
: media yang dipilih hendaknya menunjung tujuan pembelajaran yang dirumuskan.
Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan
pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.
2.
Ketepatgunaan:
jika materi yang akan dipelajari adalah bagian- bagian yang penting dari benda,
maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajari
adalah aspek- aspek yang menyakut gerak, maka media film atau vidio akan lebih
tepat. Willkonson menyatakan bahwa penggunaan bahan- bahan yang bervariasi
menghasilkan dan meningkatkan pencapaian akademik.
3.
Keadaan
Siswa: media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda
interindividual antara siswa. Misalnya kalau siswa tergolong tipe auditif/ visual
maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa
yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.
4.
Ketersediaan:
walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuan pembelajaran,
media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson,
media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia
ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.
5.
Biaya:
biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-
benar seimbang dengan hasil- hasil yang akan dicapai.
Dengan kriteria pemilihan media diatas, guru dapat lebih mudah
menggunakan media mana yang lebih tepat untuk membantu mempermudah tugas-
tugasnya sebagain pembelajar. Kehadiran media dalam proses pembelajaran jangan
dipaksakan sehingga mempersulit tugas guru, tetapi harus sebaliknya yakni
mempermudah guru dalam menjelaskan bahan pembelajaran. Sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Dalam hubungannya dengan penggunaan media dalam waktu berlangsungan
pembelajaran setidak- tidaknya digunakan guru dalam situasi sebagai berikut:
Hal yang perlu diperhatikan guru, setiap akan memilih media, metode
atau bahan- bahan yang akan digunakan dalam pembelajaran, yaitu menyangkut a)
peserta didiknya b) tujuan belajarnya, c) lingkungan belajar, dan d)
ketersediaan sumber belajarnya.
C.
Prosedur Pemilihan Media
Dalam pemilihan
media ada beberapa model yang dapat digunakan. Model- model tersebut
diantaranya dengan menggunakan 1) model bagan arus, yaitu dengan cara
menggunakan sistem pengguguran dalam keputusan pemilihannya, 2) model matriks
yang menangguhkan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya
diidentifikasi. Dan 3) model checklist yang juga menangguhkan keputusan sampai
semua kriteria terpenuhi. Kemudia untuk prosedur pemilihan media pemanfaatan,
Erickson dan Curl ( 1972 ) mengembangkan proses pemilihannya dalam bentuk
checklist sebagai berikut:
1.
Apakah
materinya penting dan berguna bagi siswa?
2.
Apakah
dapat menarik minat siswa untuk belajar?
3.
Apakah
ada kaitan yang mengena dan langsung dengan tujuan khusus yang hendak dicapai?
4.
Bagaimana
format penyajiannya diatur memenuhi sekuensi atau tata urutan belajar?
5.
Apakah
materi y6ang disajikan mutakhit dan otentik?
6.
Apakah
konsep dan faktanya terjamin kecematannya?
7.
Apakah
isi dan presentasinya memenuhi standar selera?
8.
Bila
tidak, apakah ada keseimbangan controversional?
9.
Apakah
pandangannya objektif dan tidak mengandung unsure propaganda dan sebagainya?
10.
Apakah
memenuhi standar kualitas teknis? ( gambar, efek, warna, dam sebagainya )
11.
Apakah
stuktur materinya direncanakan dengan baik oleh produsernya?
12.
Apakah
sudah dimantapkan melalui proses uji coba atau validasi? Oleh siapa,
kondisinya, karakteristik sasarannya, dan sejauh mana hal tersebut berhasil?
Beberapa
pertanyaan tersebut, perlu diketahui jawabannya. Sehingga media yang akan
dipilih dalam rangka memenuhi kebutuhan dari pertanyaan yang akan diajukan itu.
Karena terkadang orang memilih media bukan atas pertimbangan- pertimbangan
akademik melainkan karena kemauannya sendiri. Sehingga dalam penggunaannya
tidak dapat memenuhi tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut.
Prosedur Pemilihan Media
Rancangan
Untuk jenis
media rancangan, Anderson (1976) memakai pendekatan flowehart. Pendekatan pemilihan
media yang digunakannya berdasarkan pandangan bahwa pemilihan media merupakan
bagian integral dari pengembangan pembelajaran. Dalam pemilihan media ini,
Anderson mengemukakan 6 (enam)langkah penentuan media, sebagai berikut:
·
Langkah
pertama : Menentukan apakah pesan yang disampaikan itu untuk tujuan
pembelajaran atau hanya sekedar informasi atau hiburan. Kalau bukan untuk
pembelajaran, maka diabaikan (STOP)
·
Langkah
kedua : Menetapkan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran
(instruksional) atau alat bantu mengajar (alat peraga). Jika untuk alat bantu
mengajar saja maka diabaikan juga
·
Langkah
ketiga : Menentukan apakah dalam usaha ,mendorong kegiatan belajar tersebut
digunakan strategi efektif, kognitif dan psikomotorik
·
Langkah
keempat : Menentukan media yang sesuai dari kelompok media yang cocok untuk
strategi yang dipilih dengan mempertimbangkan ketentuan (kriteria) kebijakan,
fasilitas yang ada kemampuan produksi dan biaya
·
Langkah
kelima : Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih bila perlu
mengkaji kembali dengan alternative nomor empat sebelum mulai dengan proses
selanjutnya
·
Langkah
keenam : Perencanaan pengembangan produksi media tersebut.
Pendekatan lain
yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan secara matriks. Salah satu dari
pendekatan ini yang lebih di kenal dengan nama “ the Dutch Solution”
bertitik tolak dari atribut atau kemampuan beberapa jenis media untuk memenuhi
indikator stimulus yang diberikan. Model tersebut seperti berikut ini :
|
MEDIA
ARTIBUT
|
CETAK
|
MODEL
|
OBJEK
|
GAMBAR
GRAFIS
|
VIDEO
|
AUDIO
|
|
1.
Warna
2.
3-D
3.
Gerak
4.
Kontrol
5.
Pilihan
Bebas
6.
Sensoris
7.
Simbol
|
Ya
-
-
Siswa
Tinggi
visual
Ikonik
Digital
|
Ya
Ya
Ya
Siswa
-
Visual
Ikonik
|
Ya
Ya
Ya
Siswa
-
Visual
Ikonik
|
Ya
-
-
Dosen
sedang visual ikonik digital
|
Ya
-
Ya
Alat
rendah audio visual ikonik digital
|
-
-
-
Alat (siswa) rendah audio digital
|
(Sumber : Yusufhadi Miarso, Pustekkom, 1984:68)
Matrik lain, misalnya dapat dikembangkan atas kriteria prioritas
kebijakan sebagai berikut :
|
MEDIA
KRITERIA
PRIORITAS
|
OHP
|
BINGKAI
|
FILM
|
VIDEO
|
dst
|
|
Relevan
dengan kebutuhan
|
|
|
|
|
|
|
Mudah
didapat
|
|
|
|
|
|
|
Mudah
dikelola
|
|
|
|
|
|
|
Transportable
|
|
|
|
|
|
|
Sesuai
dengan kondisi yang ada
|
|
|
|
|
|
|
MEDIA
KRITERIA
PRIORITAS
|
OHP
|
BINGKAI
|
FILM
|
VIDEO
|
dst
|
|
Efektif
|
|
|
|
|
|
|
Dan
seterusnya
|
|
|
|
|
|
|
Ekonomi
|
|
|
|
|
|
Dalam kriteria ini
prioritas biaya ekonomi berada dibawah prioritas kelayakan teknis (technical
feasibility) dari media. Artinya bila pada tahap pertama masih terdapat
beberapa alternative yang memenuhi kelayakan teknis, ini kemudian akan dikaji
dari kelayakan biayanya.
Selain model-model
pemilihan media seperti yang dijelaskan diatas, petunjuk lain dikemukakan oleh
Kemp. Menurutnya, ada 3 pertanyaan pokok yang diajukan untuk memilih media,
yaitu:
1.
Pola
belajar-mengajar mana yang akan dipakai: belajar mandiri, atau interaksi
kelompok kecil yang dipilih dan paling tepat untuk mencapai tujuan belajar
tersebut ?
2.
Kategori
pengalaman belajar apa yang akan diberikan: pengalaman riel yang langsung,
abstraksi kata-kata lisan atau tulis, atau pengalaman dan pengganti, yang
paling tepat untuk tujuan-tujuan belajar tadi dan pola belajar-mengajar yang
dipilih.
3.
Apabila
pengalaman telah ditetapkan atribut media apa yang tepat untuk itu?
Dari
pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka guru akan menentukan atau memilih jenis
media yang sesuai dengan karakteristik dari masing-masing pertanyaan.
Heinich, dkk (1996:34)
menjelaskan bahwa untuk menentukan penggunaan media dalam proses pembelajaran
secara efektif diperlukan prosedur atau langkah yang sistematis.
Langkah-langkah atau prosedur tersebut dikenal dengan sebutan “ASSURE” model.
Penjelasan dari akronim tersebut adalah sebagai berikut:
·
Analyze
Learners, yaitu tahap mengidentifikasi atau
menganalisis peserta didik yang meliputi (1) karakteristik umum seperti, usia,
pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya, latar belakang keluarga,
sosial-budaya dan juga ekonomi, (2) kompetensi-kompetensi masukan yang khas,
berupa pengetahuan, keterampilan –keterampilan dan sikap-sikapnya tentang topik
yang akan disajikan, dan (3) gaya belajarnya (yang menurut Gardner terdapat 7
gaya belajar jika dilihat dari aspek inteligensinya)
·
State
Objectives, yaitu
merumuskan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan dicapai. Dengan
dasar, bahwa:
ü Tujuan diambil dari analisis kebutuhan siswa, silabus, mata
pelajaran, tujuan yang tertera dalam buku teks kurikulum.
ü Tujuan dinyatakan dalam bentuk apa yang mungkin dapat dilakukan
siswa sebagai hasil belajar
ü Dinyatakan dalam kondisi bagaimana perbuatan siswa berlangsung
ü Tingkat perbuatan yang diterima
·
Select
Methods, Media, and Materials, yaitu memilih metode, media dan bahan-bahan. Pertimbangan pada
tahap ini adalah dengan cara (1) memilih bahan-bahan yang tersedia, (2)
memodifikasi atau mengubah bahan-bahan yang ada, dan (3) merancang bahan-bahan
baru. Tahapan ini dilakukan sesuai dengan dua langkah sebelumnya.
·
Utilize
Media and Materials, yaitu menggunakan media, bahan atau materi
yang telah dipilih untuk pembelajaran dengan memperhatikan faktor pendukung
lainnya dalam penggunannya, seperti kesiapan ruangan, peralatan, waktu dan
fasilitas lainnya.
·
Require
Learner Participation,yaitu
mengamati bagaimana respon siswa terhadap pengguanaan media yang dilakukan oleh
guru. Respon yang dimaksud disini tentunya berbeda dengan makna evaluasi dalam
media. Respon siswa dapat berupa persepsi dan tanggapannya, yaitu tentang
ketertarikannya terhadap media ynag digunakan guru dalam mengajar, mudah atau
sulitnya memahami pesan pembelajaran dalam media, serta bagaimana motivasi
siswa setelah menyimak pembelajaran dengan media tersebut.
·
Evaluate
and Revise, yaitu menilai sejauh mana
efektifitas proses pembelajaran sebagai dampak dari penggunaan media. Apakah
siswa telah mencapai tujuan-tujuan belajar, apakah media membantu pelajar
mencapai tujuan-tujuan, apakah lingkungan cukup menyenangkan, apakah guru
mempermudah kegiatan belajar dengan memberikan bantuan yang diperlukan siswa.
Evaluasi itu dilakukan sebagai dasar guru untuk memperbaiki perencanaan
pembelajaran selanjutnya.
Implikasi dari model “ASSURE” tersebut asumsinyaadalah suatu kelompok
pendengar atau kelas khusus telah diidentifikasi, latihan atau pembelajaran
suatu tuntutan atau yang dibutuhkan siswa, isi pelajaran telah dianalisis ruang
lingkup urutan dan ketepatannya, dan jika hal tersebut tidak dipenuhi maka
diperlukan langkah tambahan sebagaimana prosedur pengembangan media
pembelajaran.
BAB III
KESIMPULAN
Media pembelajaran adalah suatu cara, alat, proses yang digunakan
untuk menyampaikan pesan,dari sumber pesan kepada penerima pesan yang
berlangsung dalam proses pembelajaran. Media sebagai sarana penyampaian pesan
pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih
efektif dan efisien. Namun demikian, untuk memilih media secara tepat
berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai haruslah mempertimbangkan
karakteristik masing- masing media tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan
dalam pemilihannya.
Media- media yang
akan dipilih dalam proses pembelajaran juga harus memenuhi syarat-syarat
visible, intresting, simple, useful, accurate, legitimate, structure ( VISUALIS
). Penjelasan dari syarat.
Dalam pemilihan
media ada beberapa model yang dapat digunakan. Model- model tersebut
diantaranya dengan menggunakan 1) model bagan arus, yaitu dengan cara
menggunakan sistem pengguguran dalam keputusan pemilihannya, 2) model matriks
yang menangguhkan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya
diidentifikasi. Dan 3) model checklist yang juga menangguhkan keputusan sampai
semua kriteria terpenuhi.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayatullah.Media Penbelajaran
Pendidikan Agama Islam.Thariqi Press. Jakarta: 2012
Usman, M. Basyiruddin Asnawir. Media
Pembelajaran. Ciputat press. Jakarta selatan: 2002
Sujana, Nana. Media pengajaran.Sinar
Baru Algensindo.Bandung: 2002