Jumat, 06 Juni 2014

media pembelajaran PAI pendidikan agama islam

Prosedur dan Kriteria Pemilihan Media
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok pada Mata Kuliah
MEDIA PEMBELAJARAN PAI

Disusun oleh:
KELOMPOK II

v  Zaenal Muhibin                           :122111
v  Neneng Robiah Aladawiyah      :122411147
v  Rifa FM                                       :122111492
v  Esti Mulyati                                 :122111
v  Umaesih                                       :122111484
     

SEMESTER IV/ PAI F

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
IAIN “SULTAN MAULANA HASANUDDIN” BANTEN
2014 M

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................................       i
Daftar Isi ........................................................................................................................       ii
BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................................     1
BAB II PEMBAHASAN ...............................................................................................      2
A.    Prinsip- prinsip Umum Penggunaan Media
B.     Kriteria Pemilihan Media
C.    Prosedur Pemilihan Media
BAB III PENUTUP                                                                                                                         
Kesimpulan .........................................................................................................       13
DAFTRA PUSTAKA ....................................................................................................    










KATA PENGANTAR
Segala puji serta syukur tiada henti kami hantur kepada Allah SWT yang Maha Bijaksana, serta Maha Kaya Pemilik segala kesempurnaan. Sungguh, tanpa rahmat dan inayah-Nya, penulis makalah yang  jauh dari kesempurnaan ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang diharapkan.
Shalawat serta salam mari kita curahkan kepada baginda kita baginda alam semesta yaitu Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat-sahabat, dan tabiin  Yang membawa kita dari zaman nabi adam menuju zaman adam jordan dan dari zaman jahiliyyah menuju zaman yang terang benderang seperti ini dengan ilmu-ilmu yang yang telah di berikan nya.
Dengan segala kekurangan dan keterbatasannya makalah ini terwujud, disini kami menjelaskan prinsip- prinsip dan macam- macam dalam media pembelajaran meski begini adanya makalah ini terwujud,  kami berjuta terima kasih kepada apa dan siapapun. Segala kekurangan dan kelemahan dalam penyusunan makalah ini kami mohon maaf yang seluas-luasnya. Bukankah dalam sebuah hadist disebutkan “Manusia itu tak luput dari salah dan lupa” bukan? Maka dari itu, kami mengharapkan tegur sapa atau saran dan kritik yang bersifat membangun dari segenap pembaca demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan kepada pembaca pada umumnya, amin.
Akhirnya, dengan seizin Allah SAW. makalah ini bisa kami buat dengan semaksimal mungkin dari beberapa sumber dari buku-buku. Adapun kebenaran dan kesalahannya kami harap maklum. Semoga amal ibadah dan kerja keras saya senantiasa mendapatkan ridho dan ampunannya. Amin......                                                        
                                                                                   
Serang, 24 Maret 2014
Penyusun                                                                                             



BAB I
PENDAHULUAN
Media pembelajaran adalah suatu cara, alat, proses yang digunakan untuk menyampaikan pesan,dari sumber pesan kepada penerima pesan yang berlangsung dalam proses pembelajaran. Penggunaan media dalam pembelajaran atau disebut juga pembelajaran bermedia dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh- pengaruh prikologis terhadap siswa.
Alasan pokok dalam pemilihan media dalam pembelajaran adalah, didasarkan pada konsep pembelajaran sebagai suatu sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah kompenen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Jika dilihat dari prosedur pengembangan disain pembelajaran, maka langkah- langkahnya diawali dari perumusan tujuan ( khusus dan umum ), dilanjutkan dengan perumusan materi untuk menunjang ketercapaian tujuan.
Penentuan strategi pembelajaran dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta penentuan evaluasi yang tepat sesuai dengan tujuan. Mekanisme tersebut menggambarkan pendekatan sistem dalam pembelajaran dimana media sebagai bagian dari sistem tersebut tentunya memiliki kedudukan yang penting pula. Penjelasan diatas menunjukan bahwa pemilihan media dalam pembelajaran harus juga memperhatikan prinsip- prinsip  pendekatan sistem tersebut, sehingga menggunakan media dalam pembelajaran akan memberikan kebermaknaan dalam belajar ( meaningful learning ).
Pada bab ini kita akan membahas mengenai prinsip- prinsip dalam menggunakan media pembelajaran. Dengan lebih jelas dan lebih gamblang kami akan membahasnya pada bab-bab yang akan mendatang.





BAB II
PEMBAHASANA
A.      Prinsip- prinsip Umum Penggunaan Media
Media pembelajaran adalah suatu cara, alat, proses yang digunakan untuk menyampaikan pesan,dari sumber pesan kepada penerima pesan yang berlangsung dalam proses pembelajaran. Penggunaan media dalam pembelajaran atau disebut juga pembelajaran bermedia dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh- pengaruh prikologis terhadap siswa.
Sebelum menentukan media apa yang akan digunakan dalam pembelajaran, maka guru sebagai perancang pembelajaran perlu memahami dan memperhatikan beberapa prinsip dalam penggunaan media. Prinsip- prinsip tersebut menurut Yusufhadi ( 1984 ) dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Bahwa setiap jenis Media adalah memiliki kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu, tidak ada satu jenis media pun yang dapat mencapai tujuan belajar, dan sesui dengan segala macam kegiatan Belajar.
2.      Tidak ada satu jenis media pun yang harus dipakai dengan meniadakan media yang lain, apabila media yang lain ternyata lebih cocok untuk tujuan belajar, kondisi dan situasi setempat. Media X mungkin cocok dan sesuai tujuan dan kondisi pembelajaran tertentu ( X ), dan media Y juga mungkin cocok dengan kondisi dan pembelajaran yang lainnya.
3.      Penggunaan media yang terlalu banyak sekaligus dalam satu kegiatan pembelajaran, justru akan membingungkan siswa dan tidak akan memperjelas pelajaran.
4.      Penggunaan media harus memperlakukan siswa secara aktif dan murid ikut serta bertanggung jawab atas apa yang terjadi selama pembelajaran.
5.      Media hendaklah digunakan sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Untuk itu, jauh sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam rencana penyusunan pembelajarannya.
6.      Penggunaan media jangan lah disebutkan sebagai selingan dalam pembelajaran atau pengisi waktu kosong atau luang saja dan bahkan hyanya dipergunakan sebagai hiasan dinding semata.
7.      Harus senantiasa dilakukan persiapan sebelum penggunaan media, kurangnya persiapan akan menimbulkan gangguan kelancaran mengajar.
8.      Pergunakan kesempatan menggunakan media yang dapat ditanggapi untuk melatih pengembangan bahasa, baik lisan maupun tertulis. Misalnya dengan menggunakan denah, diagram dan lain- lain. Anak- anak perlu dilatih untuk mengungkapkan isi diagram atau denah itu baik secara lisan maupun tulis.
Prinsip- prinsip diatas, perlu diperhatikan agar dalam menggunakannya guru tidak akan terjebak pada keberpihakan pemilihan media tertentu saja karena faktor kesenangan sendiri. Akan tetapi harus memperhatikan beberapa prinsip tersebut di atas disamping beberapa kriteria dalam pemilihan media.
B.     Kriteria Pemilihan Media
Media sebagai sarana penyampaian pesan pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Namun demikian, untuk memilih media secara tepat berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai haruslah mempertimbangkan karakteristik masing- masing media tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemilihannya.
Alasan pokok dalam pemilihan media dalam pembelajaran adalah, didasarkan pada konsep pembelajaran sebagai suatu sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah kompenen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Jika dilihat dari prosedur pengembangan disain pembelajaran, maka langkah- langkahnya diawali dari perumusan tujuan ( khusus dan umum ), dilanjutkan dengan perumusan materi untuk menunjang ketercapaian tujuan.
Penentuan strategi pembelajaran dan media yang sesuai dengan karakteristik siswa, serta penentuan evaluasi yang tepat sesuai dengan tujuan. Mekanisme tersebut menggambarkan pendekatan sistem dalam pembelajaran dimana media sebagai bagian dari sistem tersebut tentunya memiliki kedudukan yang penting pula. Penjelasan diatas menunjukan bahwa pemilihan media dalam pembelajaran harus juga memperhatikan prinsip- prinsip  pendekatan sistem tersebut, sehingga menggunakan media dalam pembelajaran akan memberikan kebermaknaan dalam belajar ( meaningful learning ).
Sebelum membicarakan kriteria dalam pemilihan media, terlebih dahulu harus dibedakan antara 2 ( dua ) macam media, yaitu:
Ø  Media yang dimanfaatkan atau media by utilization, media jadi yang biasanya dibuat secara komersial dan terdapat dipasaran bebas dan tinggal memilih dan memanfaatkannya. Seperti karton, tape, radio, buku, peta, dan lain sebagainya yang tersedia ditoko- toko buku atau swalayan..
Ø  Media yang dirancang atau media by design, yaitu media yang harus dipersiapkan, dirancang dan dikembangkan sendiri untuk kepentingan pembelajaran. Hal ini karena medianya belum ada dipasaran atau karena terbatasnya media yang tersedia.
Pemilihan media dalam proses pembelajaran hendaknya mempertimbangkan hal- hal sebagai berikut:
1.      Tujuan Belajar ( objective ) yaitu, tujuan yang akan dicapai dari penggunaan media dalam pembelajaran. Apakah tujuan tersebut bersifat kognitif , afektif, atau psikomotorik.?, dan pada aspek yang manakah titik beratnya? Atau apakah materi yang diajarkan bersifat informasi verbal, materi untuk menanamkan sikap atau untuk mengajarkan keterampilan tertentu?.
2.      Karakteristik sasaran ( audience ), yaitu kelompok atau subjek pembelajaran ( apakah anak- anak, orang dewasa atau masyarakat umum, dan juga apakah mereka memiliki kelebihan atau kekurangan dari sisi prestasi akademik, social, ekonomi atau sisi yang lainnya.
3.      Biaya ( cost ), yaitu kemampuan finansial yang tersedia. Berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan media tersebut? Apakah dana yang ada telah mencukupi, apakah media yang dikeluarkan seimbang dengan kemungkinan hasil yang akan dicapai, dan apakah ada media yang lain tetapi tujuan tetap tercapai?.
4.      Karakteristik media, yaitu kemampuan masing- masing media. Harus diingat bahwa jenis media tertentu mungkin lebih cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dibanding media yang lain.
5.      Mutu teknis, yaitu apakah medianya tergolong masing baik, atau kurang dari segi audionya, visualnya atau dari segi elektronik lainya. Jangan paksakan media yang sudah berkualitas gambar dan suaranya jelek hanya sekedar ada variasi.
6.      Kesesuaian dilapangan, yaitu medianya acceptable apa tidak. Kondisi lapangan perlu dipertimbangkan. Misalnya adat istiadat, budaya, agama, fasilitas yang ada di lingkungan sekolah, dan lain- lain.
7.      Ketersediaan dan kelayakan, yaitu jenis media tersebut apakah tersedia dilingkungan
kita atau sekolah, dan layak untuk dipakai atau tidak? Mungkinkah kita memperolehnya? Kalau ada, apakah sekolah memiliki peralatan untuk menggunakannya, tenaga yang merawat atau mengoprasikannya? Dan jika tidak ada, dan harus membuat adakah bahan- bahan dan waktu dan tenaganya?.
8.      Waktu ( time ), yaitu penggunaan media tersebut bagaimana dari sisi penggunaan waktunya, apakah lebih cepat, lambat atau sedang, sehingga kita bisa ,mengestimasi penggunaan media tersebut dari segi ketersediaan waktu.
Pemilihan media dalam pembelajaran menurut Dick dan Carey ( 1978 ), harus didasarkan atas pertimbangan- pertimbangan:
1.      Tujuan prilaku belajar
2.      Ketersediaan sumber setempat
3.      Ketersediaan dana, tenaga, dan fasilitas.
4.      Faktor keluesan, kepraktisan dan ketahanan media dalam waktu lama.
Sementara menurut Gerlach and Ely ( 1980 ) bahwa pertimbangan pemilihan media juga didasarkan atas : kualitas teknis media, harga, kesediaan, dan kemampuan Guru dan Siswa. Dan Prof. Ely menegaskan pula bahwa pemilihan media itu hendaknya memperhatikan tujuan, Isi ( materi ), karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu dan sumber, dan prosedur penilaian.
Kriteria khusus lainya yang dapat kita gunakan untuk memilih media pembelajaran yang tepat dapat mempertimbangkan faktor Acces, Cost, Technology, Interactivity, dan Novelty (ACTION). Penjelasan dari akronim tersebut berikut:
Ø  Acces, artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan siswa.
Ø  Cost, artinya media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaanya dapat dijangkau.
Ø  Technology, artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannya.
Ø  Interactivity, artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat ( aktif ) baik secara fisik, intelektual, dan mental.
Ø  Organization, artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris, mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah ( ada unit organisasi seperti seperti pusat sumber belajar yang mengelola ).
Ø  Novelty, artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki daya tarik bagi siswa yang belajar.
Media- media yang akan dipilih dalam proses pembelajaran juga harus memenuhi syarat-syarat visible, intresting, simple, useful, accurate, legitimate, structure ( VISUALIS ). Penjelasan dari syarat tersebut adalah:
·         Visible atau mudah dilihat, artinya media yang dugunakan harus dapat memberikan keterbacaan bagi orang lain yang melihatnya.
·         Interesting atau menarik, yaitu media yang digunakan haru smemiliki nilai kemenarikan. Sehingga yang melihatnya akan tergerak dan terdorong untuk memperhatikan pesan yang disampaikan melalui media tersebut.
·         Simple atau sederhana, yaitu media yang digunakan juga harus memiliki nilai kepraktisan dan kesederhanaan, sehingga tidak berakibat inefesiensi dalam  pembelajaran.
·         Useful atau bermanfaat, yaitu media yang dugunakan dapat bermanfaat dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
·         Legitimate atau sah, masuk akal artinya media pembelajaran dirancang dan digunakan untuk kepentingan pembelajaran oleh orang atau lembaga yang berwenang ( seperti Guru ).
·         Structure atau tersetruktur  artinya media pembelajaran, baik dalam pembuatan atau penggunaannya merupakan bagian tak terpisahkan dari materi yang akan disampaikan melalui media tersebut.
Menurut wilkonson, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran yakni:
1.      Tujuan : media yang dipilih hendaknya menunjung tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.
2.      Ketepatgunaan: jika materi yang akan dipelajari adalah bagian- bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajari adalah aspek- aspek yang menyakut gerak, maka media film atau vidio akan lebih tepat. Willkonson menyatakan bahwa penggunaan bahan- bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapaian akademik.
3.      Keadaan Siswa: media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa. Misalnya kalau siswa tergolong tipe auditif/ visual maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.
4.      Ketersediaan: walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson, media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.
5.      Biaya: biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar- benar seimbang dengan hasil- hasil yang akan dicapai.
Dengan kriteria pemilihan media diatas, guru dapat lebih mudah menggunakan media mana yang lebih tepat untuk membantu mempermudah tugas- tugasnya sebagain pembelajar. Kehadiran media dalam proses pembelajaran jangan dipaksakan sehingga mempersulit tugas guru, tetapi harus sebaliknya yakni mempermudah guru dalam menjelaskan bahan pembelajaran. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Dalam hubungannya dengan penggunaan media dalam waktu berlangsungan pembelajaran setidak- tidaknya digunakan guru dalam situasi sebagai berikut:
*      Perhatian siswa terhadap pembelajaran sudah berkurang akibat “ kebosanan” mendengarkan uraian guru.
*      Bahan pembelajaran yang dijelaskan guru kurang dipahami siswa. Dalam situasi ini sangat bijaksana apabila guru menampilkan media untuk memperjelas pemahaman siswa mengenai bahan pembelajaran.
*      Terbatasnya sumber pembelajaran. Tidak semua sekolah mempunyai buku sumber, atau tidak semua bahan pembelajaranada pada buku sumber. Situasi seperti ini menuntut guru untuk menyediakan sumber tersebut dalam bentuk media. Seperti peta, globe, model, dan lain-lain.
*      Guru tidak bergairah untuk menjelaskan bahan pembelajaran melalui penutupan kata- kata ( verbal ) akibat terlalu lelah disebabkan telah mengajar terlalu lama. Misalnya dengan menampilkan bagan atau grafik dan siswa diminta untuk menganalisa materi yang ada pada bagan atau grafik tersebut.
Hal yang perlu diperhatikan guru, setiap akan memilih media, metode atau bahan- bahan yang akan digunakan dalam pembelajaran, yaitu menyangkut a) peserta didiknya b) tujuan belajarnya, c) lingkungan belajar, dan d) ketersediaan sumber belajarnya.
C.    Prosedur Pemilihan Media
Dalam pemilihan media ada beberapa model yang dapat digunakan. Model- model tersebut diantaranya dengan menggunakan 1) model bagan arus, yaitu dengan cara menggunakan sistem pengguguran dalam keputusan pemilihannya, 2) model matriks yang menangguhkan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi. Dan 3) model checklist yang juga menangguhkan keputusan sampai semua kriteria terpenuhi. Kemudia untuk prosedur pemilihan media pemanfaatan, Erickson dan Curl ( 1972 ) mengembangkan proses pemilihannya dalam bentuk checklist sebagai berikut:
1.      Apakah materinya penting dan berguna bagi siswa?
2.      Apakah dapat menarik minat siswa untuk belajar?
3.      Apakah ada kaitan yang mengena dan langsung dengan tujuan khusus yang hendak dicapai?
4.      Bagaimana format penyajiannya diatur memenuhi sekuensi atau tata urutan belajar?
5.      Apakah materi y6ang disajikan mutakhit dan otentik?
6.      Apakah konsep dan faktanya terjamin kecematannya?
7.      Apakah isi dan presentasinya memenuhi standar selera?
8.      Bila tidak, apakah ada keseimbangan controversional?
9.      Apakah pandangannya objektif dan tidak mengandung unsure propaganda dan sebagainya?
10.  Apakah memenuhi standar kualitas teknis? ( gambar, efek, warna, dam sebagainya )
11.  Apakah stuktur materinya direncanakan dengan baik oleh produsernya?
12.  Apakah sudah dimantapkan melalui proses uji coba atau validasi? Oleh siapa, kondisinya, karakteristik sasarannya, dan sejauh mana hal tersebut berhasil?
Beberapa pertanyaan tersebut, perlu diketahui jawabannya. Sehingga media yang akan dipilih dalam rangka memenuhi kebutuhan dari pertanyaan yang akan diajukan itu. Karena terkadang orang memilih media bukan atas pertimbangan- pertimbangan akademik melainkan karena kemauannya sendiri. Sehingga dalam penggunaannya tidak dapat memenuhi tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut.
 Prosedur Pemilihan Media Rancangan
Untuk jenis media rancangan, Anderson (1976) memakai pendekatan flowehart. Pendekatan pemilihan media yang digunakannya berdasarkan pandangan bahwa pemilihan media merupakan bagian integral dari pengembangan pembelajaran. Dalam pemilihan media ini, Anderson mengemukakan 6 (enam)langkah penentuan media, sebagai berikut:
·         Langkah pertama : Menentukan apakah pesan yang disampaikan itu untuk tujuan pembelajaran atau hanya sekedar informasi atau hiburan. Kalau bukan untuk pembelajaran, maka diabaikan (STOP)
·         Langkah kedua : Menetapkan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran (instruksional) atau alat bantu mengajar (alat peraga). Jika untuk alat bantu mengajar saja maka diabaikan juga
·         Langkah ketiga : Menentukan apakah dalam usaha ,mendorong kegiatan belajar tersebut digunakan strategi efektif, kognitif dan psikomotorik
·         Langkah keempat : Menentukan media yang sesuai dari kelompok media yang cocok untuk strategi yang dipilih dengan mempertimbangkan ketentuan (kriteria) kebijakan, fasilitas yang ada kemampuan produksi dan biaya
·         Langkah kelima : Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih bila perlu mengkaji kembali dengan alternative nomor empat sebelum mulai dengan proses selanjutnya
·         Langkah keenam : Perencanaan pengembangan produksi media tersebut.
Pendekatan lain yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan secara matriks. Salah satu dari pendekatan ini yang lebih di kenal dengan nama “ the Dutch Solution” bertitik tolak dari atribut atau kemampuan beberapa jenis media untuk memenuhi indikator stimulus yang diberikan. Model tersebut seperti berikut ini :

MEDIA
ARTIBUT


CETAK

MODEL

OBJEK

GAMBAR
GRAFIS

VIDEO

AUDIO
1.      Warna
2.      3-D
3.      Gerak
4.      Kontrol
5.      Pilihan Bebas
6.      Sensoris
7.      Simbol
Ya
-
-
Siswa
Tinggi visual
Ikonik
Digital
Ya
Ya
Ya
Siswa
-
Visual
Ikonik

Ya
Ya
Ya
Siswa
-
Visual
Ikonik
Ya
-
-
Dosen sedang visual ikonik digital
Ya
-
Ya
Alat rendah audio visual ikonik digital
-
-
-
Alat  (siswa) rendah audio digital
(Sumber : Yusufhadi Miarso, Pustekkom, 1984:68)
Matrik lain, misalnya dapat dikembangkan atas kriteria prioritas kebijakan sebagai berikut :

MEDIA
KRITERIA PRIORITAS

OHP

BINGKAI

FILM

VIDEO

dst
Relevan dengan kebutuhan





Mudah didapat





Mudah dikelola





Transportable





Sesuai dengan kondisi yang ada






MEDIA
KRITERIA
PRIORITAS

OHP

BINGKAI

FILM

VIDEO

dst
Efektif





Dan seterusnya





Ekonomi






       Dalam kriteria ini prioritas biaya ekonomi berada dibawah prioritas kelayakan teknis (technical feasibility) dari media. Artinya bila pada tahap pertama masih terdapat beberapa alternative yang memenuhi kelayakan teknis, ini kemudian akan dikaji dari kelayakan biayanya.
       Selain model-model pemilihan media seperti yang dijelaskan diatas, petunjuk lain dikemukakan oleh Kemp. Menurutnya, ada 3 pertanyaan pokok yang diajukan untuk memilih media, yaitu:
1.      Pola belajar-mengajar mana yang akan dipakai: belajar mandiri, atau interaksi kelompok kecil yang dipilih dan paling tepat untuk mencapai tujuan belajar tersebut ?
2.      Kategori pengalaman belajar apa yang akan diberikan: pengalaman riel yang langsung, abstraksi kata-kata lisan atau tulis, atau pengalaman dan pengganti, yang paling tepat untuk tujuan-tujuan belajar tadi dan pola belajar-mengajar yang dipilih.
3.      Apabila pengalaman telah ditetapkan atribut media apa yang tepat untuk itu?
       Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka guru akan menentukan atau memilih jenis media yang sesuai dengan karakteristik dari masing-masing pertanyaan.
       Heinich, dkk (1996:34) menjelaskan bahwa untuk menentukan penggunaan media dalam proses pembelajaran secara efektif diperlukan prosedur atau langkah yang sistematis. Langkah-langkah atau prosedur tersebut dikenal dengan sebutan “ASSURE” model. Penjelasan dari akronim tersebut adalah sebagai berikut:
·         Analyze Learners, yaitu tahap mengidentifikasi atau menganalisis peserta didik yang meliputi (1) karakteristik umum seperti, usia, pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya, latar belakang keluarga, sosial-budaya dan juga ekonomi, (2) kompetensi-kompetensi masukan yang khas, berupa pengetahuan, keterampilan –keterampilan dan sikap-sikapnya tentang topik yang akan disajikan, dan (3) gaya belajarnya (yang menurut Gardner terdapat 7 gaya belajar jika dilihat dari aspek inteligensinya)
·         State Objectives, yaitu merumuskan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan dicapai. Dengan dasar, bahwa:
ü  Tujuan diambil dari analisis kebutuhan siswa, silabus, mata pelajaran, tujuan yang tertera dalam buku teks kurikulum.
ü  Tujuan dinyatakan dalam bentuk apa yang mungkin dapat dilakukan siswa sebagai hasil belajar
ü  Dinyatakan dalam kondisi bagaimana perbuatan siswa berlangsung
ü  Tingkat perbuatan yang diterima
·         Select Methods, Media,  and Materials, yaitu memilih metode, media dan bahan-bahan. Pertimbangan pada tahap ini adalah dengan cara (1) memilih bahan-bahan yang tersedia, (2) memodifikasi atau mengubah bahan-bahan yang ada, dan (3) merancang bahan-bahan baru. Tahapan ini dilakukan sesuai dengan dua langkah sebelumnya.
·         Utilize Media and Materials,  yaitu menggunakan media, bahan atau materi yang telah dipilih untuk pembelajaran dengan memperhatikan faktor pendukung lainnya dalam penggunannya, seperti kesiapan ruangan, peralatan, waktu dan fasilitas lainnya.
·         Require Learner Participation,yaitu mengamati bagaimana respon siswa terhadap pengguanaan media yang dilakukan oleh guru. Respon yang dimaksud disini tentunya berbeda dengan makna evaluasi dalam media. Respon siswa dapat berupa persepsi dan tanggapannya, yaitu tentang ketertarikannya terhadap media ynag digunakan guru dalam mengajar, mudah atau sulitnya memahami pesan pembelajaran dalam media, serta bagaimana motivasi siswa setelah menyimak pembelajaran dengan media tersebut.
·         Evaluate and Revise, yaitu menilai sejauh mana efektifitas proses pembelajaran sebagai dampak dari penggunaan media. Apakah siswa telah mencapai tujuan-tujuan belajar, apakah media membantu pelajar mencapai tujuan-tujuan, apakah lingkungan cukup menyenangkan, apakah guru mempermudah kegiatan belajar dengan memberikan bantuan yang diperlukan siswa. Evaluasi itu dilakukan sebagai dasar guru untuk memperbaiki perencanaan pembelajaran selanjutnya.
 Implikasi dari model “ASSURE”  tersebut asumsinyaadalah suatu kelompok pendengar atau kelas khusus telah diidentifikasi, latihan atau pembelajaran suatu tuntutan atau yang dibutuhkan siswa, isi pelajaran telah dianalisis ruang lingkup urutan dan ketepatannya, dan jika hal tersebut tidak dipenuhi maka diperlukan langkah tambahan sebagaimana prosedur pengembangan media pembelajaran.




BAB III
KESIMPULAN
Media pembelajaran adalah suatu cara, alat, proses yang digunakan untuk menyampaikan pesan,dari sumber pesan kepada penerima pesan yang berlangsung dalam proses pembelajaran. Media sebagai sarana penyampaian pesan pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Namun demikian, untuk memilih media secara tepat berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai haruslah mempertimbangkan karakteristik masing- masing media tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemilihannya.
            Media- media yang akan dipilih dalam proses pembelajaran juga harus memenuhi syarat-syarat visible, intresting, simple, useful, accurate, legitimate, structure ( VISUALIS ). Penjelasan dari syarat.
            Dalam pemilihan media ada beberapa model yang dapat digunakan. Model- model tersebut diantaranya dengan menggunakan 1) model bagan arus, yaitu dengan cara menggunakan sistem pengguguran dalam keputusan pemilihannya, 2) model matriks yang menangguhkan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi. Dan 3) model checklist yang juga menangguhkan keputusan sampai semua kriteria terpenuhi.








DAFTAR PUSTAKA

Hidayatullah.Media Penbelajaran Pendidikan Agama Islam.Thariqi Press. Jakarta: 2012
Usman, M. Basyiruddin Asnawir. Media Pembelajaran. Ciputat press. Jakarta selatan: 2002
Sujana, Nana. Media pengajaran.Sinar Baru Algensindo.Bandung: 2002


Tidak ada komentar:

Posting Komentar